Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digagas Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) di kantornya pada Kamis, 24 September 2026. Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PERURI, Farah Fitria Rahmayanti, hadir mewakili perusahaan untuk menyampaikan simpati kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal.
Wakil Kepala II BP BUMN, Tedi Bharata, mengatakan bantuan itu merupakan ungkapan empati dari keluarga besar BUMN. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak dapat menggantikan kehilangan maupun ketidakpastian yang sedang dihadapi keluarga.
“Tali kasih yang akan kita berikan pada sore hari ini tentu tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang. Kami hanya ingin berikhtiar untuk menyampaikan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri,” ujar Tedi.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal itu dilaporkan hilang kontak ketika meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Peristiwa tersebut kembali menyoroti risiko yang dihadapi jurnalis dan pekerja lapangan saat bertugas di wilayah berbahaya. Tedi berharap perhatian terhadap keselamatan jurnalis terus diperkuat.
Farah menyebut partisipasi PERURI sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terlibat dalam kerja kemanusiaan bersama BUMN, khususnya dalam mendukung insan pers dan pekerja lapangan yang menjalankan tugas untuk kepentingan publik.
Selain PERURI, kegiatan itu diikuti AirNav Indonesia, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, Pelindo, ASDP, Jasa Marga, PTPN, ANTARA, dan Antara ETP. Dalam rilis kegiatan tersebut, keluarga dari kedelapan orang yang masih hilang kontak menjadi penerima dukungan.