Surat yang dikirim pada 18 September 2026 itu menegaskan bahwa FA menginginkan transparansi penuh mengenai proses penjualan FIFA Forward Enterprise, sebuah inisiatif komersial yang sempat diumumkan pada Juli lalu dan kemudian dibatalkan pada awal Agustus oleh Gianni Infantino.

Hewitt juga menuntut agar FIFA melakukan peninjauan independen terhadap keputusan pencabutan skorsing Folarin Balogun, yang sebelumnya menerima kartu merah langsung karena pelanggaran serius dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.

Sebelum pembatalan FFE, sejumlah anggota Dewan FIFA berupaya menggelar rapat luar biasa untuk menuntut penjelasan Infantino mengenai proyek tersebut serta kontroversi skorsing Balogun, namun mereka gagal mengumpulkan minimal 19 suara yang diperlukan untuk mengesahkan pertemuan itu.

Rapat Dewan FIFA yang dijadwalkan pada 15 Oktober di Zurich akan menjadi pertemuan pertama Infantino dengan 36 anggota dewan sejak isu FFE muncul, dan menjadi forum utama bagi FA serta anggota dewan lain untuk menilai langkah selanjutnya.

Jika dokumen FFE dan hasil peninjauan independen atas skorsing Balogun dipublikasikan, hal itu dapat mempengaruhi persepsi tentang tata kelola FIFA, menambah tekanan pada kepemimpinan Infantino untuk meningkatkan akuntabilitas dan kejelasan proses pengambilan keputusan.