Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian pada hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR mencakup area seluas 3.439 nautical mile (NM) persegi. Wilayah pencarian meliputi kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Banten dan Lampung hingga Pulau Enggano, Bengkulu. “Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu (17/9/2026) malam.
Menurut Al Amrad, seluruh unsur armada laut utama yang dikerahkan di delapan sektor pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun KM Arupadatu I. Sebanyak 22 unit kapal dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri atas lima KRI, dua KAL, dan satu RBB dari TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tiga KN SAR, dua unit RIB, serta satu kapal patroli KPLP.
Pencarian dibagi menjadi delapan sektor. Di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir kawasan sebelah barat Teluk Belimbing. KN SAR Basudewa bertolak dari Pulau Sebesi menuju wilayah tenggara Tanggamus di Sektor B. Di Sektor C, KRI Leuser menyisir perairan Ujung Kulon dan barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia. Sektor D mencakup pencarian KN SAR Antasena dan KRI Lepu di sebelah barat Gunung Anak Krakatau.
Sektor E meliputi wilayah hingga Teluk Kalianda dengan pengerahan RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang. Sektor F dikawal tujuh kapal Polairud yang menyisir perairan barat Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Tunda. Di Sektor G, KAL Anyer, RIB 02 Banten, dan RBB Pulau Peucang menyisir lintasan dari Dermaga Marina Carita hingga Anyer. Sektor H melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, serta KN Damaru untuk mencari di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga wilayah selatan Pulau Sebesi.
Al Amrad menambahkan, operasi pencarian juga dilakukan secara paralel oleh Kantor SAR Bengkulu di kawasan pesisir Pulau Enggano. Tim SAR memantau kapal-kapal yang melintas melalui siaran e-broadcast dengan melibatkan Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Hingga pelaksanaan hari kesembilan, pencarian terhadap wartawan dan kru KM Arupadatu I masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah sektor yang telah ditentukan.